Reportase 1 "Training Design and Evaluation Program" (Pertemuan 4)

Jakarta, 25 Septemberi 2011, mata kuliah Manajemen Diklat pertemuan ke-4 yang berlangsung di ruang 307 Gedung Daksinapati kampus A Universitas Negeri Jakarta kala itu membahas mengenai alasan mengapa perlu dilakukannya pelatihan dalam suatu organisasi atau perusahaan yang disampaikan oleh dosen mata kuliah, Amril Muhammad, SE., M.Pd. Berikut kira-kira pemaparannya:

1. Adanya kesenjangan anatra kinerja actual (nilai yang diperoleh) dengan knerja ideal (nilai yang seharusnya).
2. Karyawan baru, dalam hal ini setiap karyawan baru perlu dilakukan diklat agar mengetahui secara jelas apa yang menjadi job description-nya.
3. Teknologi baru, dalam hal ini ada dua kemungkinan, pertama teknologi baru yang yang memang harus dilakukan pelatihan agar pegawai mengetahui informasi dan cara pengoperasiannya dan yang ke dua adalah pegawai yang memang beru mengetahui teknologi yang sudah ada.
4. Membangun budaya (corporate culture) yang berbeda. Hal ini dapat terlihat dari selogan organisasi yang berbeda-beda yang kemudian membentuk budaya organisasi yang melahirkan nilai-nilai yang dianut yang nantinya menjadi penyemangat unsur-unsur yang terdapat pada organisasi tersebut.
5. Pegawai yang akan melakukan promosi (naik jabatan) dan mutasi (perpindahan jenjang yang setara).

Lalu bagaimana mengenai training and evaluation model? Pelatihan harus dibuat sesuai dengan kebutuhan para pesertanya. Berikut ini adalah cara melakukan pelatihan sesuai tujuan yang diharapkan:

1. IDENTIFIKASI KEBUTUHAN
a. Identifikasi masalah, upaya menemukan problem. Jika diibaratkan maka diklat adalah salah satu treatment untuk mengobati suatu penyakit.
b. Analisis pekerjaan, kejelasan dalam job description, job speculative tiap tenaga kependidikan dalam sekolah.
c. Identifikasi target permasalahan
Agar lebih focus ketika pelatihan kimia maka guru kimialah yang akan menjadi peserta. Spesifikasi ini membuat atau meminimalkan peserta.
d. Analisis kebutuhan pelatihan
Bagaimana maslaah bisa ada:
 Survey
 Pengamatan, melihat langsung atau melalui atasan. Karena biasanya atasan mempunyai catatan sendiri mengenai bawahannya.
 Studi dokumen, melihat dokumen penilaian kinerja pegawai yang selalu diadakan setiap periode.
 Wawancara
Jika pada tahap identifikasi kebutuhan ini keliru maka akan berakibat upaya treatment pun menjadi keliru.

2. MENDESIGN SASARAN YANG DIINGINKAN
Pembuatan sasaran ini dilakukan karena adanya suatu efek yang berganda. Ketika karyawan terlambat dating maka pekerjaan akan telat dimulai dan akan berdampak pada hasil yang diperoleh.
a. Pertimbangan kebutuhan awal
Pertimbangan ini meliputi kebutuhan fisik dan sikap, seperti pilot yang mengharuskan fisik tinggi dan sikap guru yang harus memiliki intonasi suara yang dapat diatur.
b. Menata tujuan pelatihan
Sasaran yang jelas akan membuat motifasi atau arah yang jelas.
c. Perancangan tes
Perancangan ini diharuskan jangan sampai tes yang dilakukan membuat orang menjadi tidak berinat mengikkuti tes. Tes didesign sesuai kebutuhan dan kemampuan.
d. Validasi tujuan
Ketidak validan membuat inefisiensi atau kemubaziran tujuan. Proses validasi memberi informasi tentang cara melakukan diklat.

3. PROSES DESIGN PELATIHAN ATU PEMBELAJARAN
Cara melakukan pelatihan yang diambil:
a. Design of instruction
Hampir sama dengan materi pembelajaran, namun materi yang sifatnya real akan lebih banyak dari konseptual karena keterbasan waktu.
b. Testing of instructional material
Pencekkan kesiapa diklat. Sebagai contoh ketika ada stimulasi kebakaran harus sudah siap akan ketersediaan air dan kesiapan peserta.
c. Production of instructional materials
Production tidak harus membuat tetapi menyiapkan. Bisa membuat bahan ajar dll, sedangkan alat bisa disiapkan.

4. PEAKSANAAN
Tiga tahap sebelumnya menentukan apakah jalan yang ditempuh benar atau salah.
a. Perencanaan Fasilitas Pelatihan
Fasilitas dilakukukan seiring dengan aksesbilitas pelatihan yang mampu menawarkan kemudahan.
b. Seleksi dan Kesempatan Proses
c. Seleksi Peserta Pelatihan
Seleksi dapat dilakukan melalui seleksi administrasi atau tes yang sesuai dengan kemampuan. Penseleksian terjadi karena membatasi peserta dan mengarah pada tujuan yang spesifik.
d. Pelaksanaan

5. EVALUASI
Evaluasi dilakukan untuk mengetahui apakah proses yang dilakukan berjalan sesuai rencana, harapan dan tujuan.
a. Analisis Prestasi Pelatihan
Pengevaluasian berupa tes dilakukan sebelum, sedang dan sesdudah pelatihan.
b. Analisis Performance Peserta Pelatihan
Pengevaluasian dilakukan setelah peserta masuk kerja.
c. Menghitung Biaya
Penghitungan apakah biaya yang dikeluarkan sepadan dengan apa yang didapatkan.

0 comments:



Post a Comment