Reportase 7 "Pencitaan dan Pengembangan Produk"

# Penciptaan dan Pengembangan Produk #

Dalam kenyataan pasar, banyak sekali produk yang tidak bertahan lama. Oleh karena itu, perlu adanya penciptaan dan pengembangan terhadap produk atau jasa lama. Produk baru dapat diartikan dengan produk asli, penyempurnaan produk, modifikasi produk dan merk-merk baru yang dikembangkan perusahaan.

Booz, Allen dan Hamilton menandai adanya 6 golongan produk baru
1. Inovasi utama. Pengembangan produk yang ditujukan pasar baru. Kategori ini sangat beresiko namun bila berhasil dapat memberikan keuntungan yang sangat besar.
2. Bisnis start-up. Cara baru dan inovatif untuk mengetahui kebutuhan terkini dari konsumen dan meningkatkan jangkauan pilihan yang tersedia.
3. Produk baru untuk pasar yang sedang dilayani. Memungkinkan penyedia jasa menggunakan customer base sebaik-baiknya dan melakukan penjualan silang (cross-sell) produk lain. Perubahan teknologi telah meningkatkan kesempatan untuk inovasi dan kreativitas.
4. Perluasan lini produk. Menawarkan jasa kepada konsumen dengan variasi yang lebih luas dari pilihan dalam lini jasa yang sudah ada. Hal ini inovasi umum bagi bisnis yang sudah mencapai fase kematangan, atau yang sudah memiliki segmen pasar inti yang ingin dipertahankan.
5. Perbaikan produk. Memperbaiki tampilan ( fitur ) dari produk yang sudah ada.
6. Perubahan gaya. Pengembangan unsur nyata dari produk jasa. Contoh : citra baru perusahaan, seragam baru, dan lain-lain.

Pada umumnya perusahaan hanya menggabungkan dari 6 golongan yang adakarena salah satunya dipertimbangkan unsure biaya. Hanya bagian yang kecil yaitu 10% yang benar-benar produk baru. Jenis produk tersebut melibatkan biaya dan resiko yang cukup tinggi.

Reportase 6 "Marketing Mix"

# MARKETTING MIX #
Universitas Negeri Jakarta, 20 April 2011, dengan Amri Muhamad S, Pd. Pertemuan kala itu membahas mengenai Marketting Mix.
“Dalam marketting mix dikenal dengan sebutan 4P, yaitu Produk, Price, Place, Promotion”, tegas Pak Amril.
1. Produk
Produk adalah segala sesuatu yang ditawarkan ke pasar untuk di perhatikan, diambil atau yang dikonsumsi yang mungkin memuaskan dari sebuah keinginan dan kebutuhan. Diperhatikan maksudnya, ketika kita membeli tiket untuk menonton film demi memuaskan keinginan, film hanya ditonton saja atau diperhatikan tanpa dikonsumsi. Konsumsi maksudnya, segala hal yang dapat dinikmati, dipakai atau digunakan. Nah, konsumsi ini pun selain demi memuaskan keinginan ada juga yang memang kebutuhan, seperti pengkonsumsian obat ketika seseorang sedang sakit. Pengkonsumsian ini bukan pilihan melainkan kebutuhan yang harus dilakukan.
a. Consumer Product, adalah produk yang dibeli untuk dinikmati konsumen itu sendiri. Ada beberapa jenis consumer produk, diantaranya:
1) Convenience, yaitu produk yang dibeli terus menerus dan harus dibeli bahkan dianggap kebutuhan yang wajib. Konsumen atau pembelinya pun dalam jumlah yang banyak. Contoh: pembelian makanan atau minuman.
2) Shopping product, yaitu pembelian produk dengan memilah atau menimbang antara produk yang satu dengan produk lainnya. Jenis ini memungkinkan konsumen menjadi sangat selektif untuk mendapatkan suatu produk.
3) Specialty product, produk yang dibeli hanya pada waktu tertentu. Produk ini memungkinkan adanya keunikan tersendiri dan jarang dijumpai.
4) Unsought, yaitu pembelian produk karena alasan ikut-ikutan. Pada dasarnya konsumen tidak sangat menginginkan atau membutuhkan produk ini, tetapi pembeian dilakukan atas alasan ikut-ikutan atau mengikuti trend.
b. Industrial Product, ialah pembelian produk kaitannya dengan kepentingan bisnis. Artinya, produk yang dibeli dalam jumlah banyak untuk dapat dijual kembali.
Ada beberapa alasan seseorang membeli atau memilih sutau produk, diantaranya:
1. Attributes (kelengkapan)
a. Kualitas
1) Daya tahan (keawetan suatu produk)
2) Kehandalan, misal pada hp untuk mampu mengirim dan menerima foto.
3) Precious (enak dipandang)
4) Easy to operate (kemudahan untuk mengoperasikan)
5) Repair (kemudahan untuk menservice)
6) Other value attitude (nilai lain yang dipresepsi beda)
b. Features
c. Product design
2. Brand, ini digunakan untuk membuat beda suatu bisnis dengan bisnis lain yang sama misalnya.
a. Term atau terminology, yaitu slogan atau istilah yang digunakan suatu bisnis.
b. Sign, tanda yang digunakan pada suatu bisnis yang mampu memberikan pesan dengan jelas. Contoh, rumah makan padang memakai tanda rumah gadang.
c. Symbol
1) Brand equity, ketika seseorang menggunaka brand suatu produk ada sensasi berbeda yang dirasakan. Contoh: hp querty pada masing-masing brand, maka orang akan memilih querty pada brand yang dianggap bagus.
2) Brand sponsor, brand yang dijadikan sebagai induk suatu produk. Contoh: MNC group, Garuda Food, Unilever.
3) Co branded, digunakannya brand bersama untuk memperluas pangsa pasar. Contoh: dengan mencantumkan brand Danone pada produk Aqua, maka pasar yang dituju adalah internasional.
3. Packaging, berbicara tentang kemasan atau bagaimana suatu produk dibungkus.
4. Label, kemampuan untuk menunjukkan sebuah label pada suatu produk. Contoh: profesi guru dapat diasumsikan lulusan IKIP.
5. Product service, kemudahan dalam menservice.

Tugas Mandiri "Segmentasi Bisnis Kursus Menjahit"

Mengapa saya ingin membuka usaha kursus menjahit, mulanya saya sangat ingin bisa menjahit dengan menggunakan mesin. Saya tertarik dengan keterampilan yang satu ini karena menurut saya ini adalah keterampilan yang multi fungsi. Ketika seseorang sudah mampu dan mahir dalam menjahit maka dia akan dapat melakukan keterampilannya itu untuk berbagai hal. Karena tidak sedikit dari hal-hal yang dekat dengan kita, seperti di rumah, kantor, sekolah, restoran, mall atau bahkan yang kita kenakan sekali pun berhubungan dengan sesuatu yang dijahit. Artinya, orang akan mampu sukses dengan kemampuannya hanya dalam menjahit dan tentu tidak terlepas dengan kreatifitas untuk mengambil suatu peluang dan kesempatan.

Nah, ketika itu pula saya memutuskan untuk mengikuti kursus menjahit. Ternyata untuk menemukan tempat kursus menjahit cukup sulit, terlebih dengan jam kursus pada malam hari (karna saya adalah seorang mahasiswi). Itu mengapa yang membuat saya berfikir bahwa peluang untuk membuka usaha kursus menjahit adalah peluang bisnis yang menjanjikan.

Jadi, bisnis saya ini bergerak di bidang jasa dengan memberi kursus menjahit pada konsumen. Karena bergerak di bidang jasa maka saya mengutamakan kepuasan konsumen, yaitu mampu dan memiliki keterampilan menjahit. Saya sangat sadar bahwa minat masyarakat khususnya di kota sangat minim sekali untuk menjahit, terlebih mengikuti kursus yang di dalamnya terdapat serangkaian aktifitas yang harus dijalani. Oleh karna itu, saya mempunyai strategi pemasaran agar bisnis yang saya jalani ini dapat berkembang dikalangan mana pun, diantaranya:

1. Kursus jahit yang saya buka ini bukanlah kursus jahit pada umumnya yang hanya menawarkan satu jasa saja , tapi berbagai macam jasa. Jadi saya menawarkan banyak peket yang didalamnya menawarkan serangkaian aktifitas yang berbeda-beda dan lebih spesfik antar paketnya, sebagai contoh:

1. Paket I : kursus menjahit dan membuat baju pria (pada paket ini tentunya diajarkan menjahit sampai konsumen mengetahui pola dan mampu membuat apa pun yang berhubungan dengan sesuatu yang dipakai oleh pria secara umum)
2. Paket II : kursus menjahit dan membuat baju wanita (kursus menjahit, belajar pola dan sampai mampu membuat pakaian wanita secara umum, seperti kemeja, rok, celana atau pun long dress)
3. Paket III : kursus membuat kebaya (paket ini lebih khusus dan harus mempunyai kemampuan menjahit terlebih dahulu, jadi konsumen lebih diarahkan bagaimana membuat kebaya dari awal hingga finishing dan dikenalkan serta di ajarkan untuk membuat model-model kebaya lainnya)
4. Paket IV : kursus untuk membuat sentuhan-sentuhan atau aksesoris pakaian (paket ini lebih diajarkan bagaimana membordir, membuat payet, kerah, kancing atau hiasan lainnya)
5. Dan paket lainnya

2. Jam buka kursus jahit ini dari jam 8 am sampai jam 9 pm dan dibuka setiap hari kecuali hari minggu dan hari libur. Strategi ini dilakukan agar konsumen yang berminat dan memiliki kesibukan lain tidak mudah bentrok dan dapat memilih waktu kursusnya.

3. Tempat kursus ini tidak hanya membuka layanan kursus saja, tapi juga membuka lapangan pekerjaan. Jadi, disamping membuka kursus menjahit, saya juga membuka home industry yang bergerak di bidang fashion, tentunya fashion ini sangat luas jadi tidak perlu khawatir bahwa home industry ini tidak berkembang. Sehingga, konsumen yang sudah menjalani kursus kemudian belum mendapat pekerjaan maka mereka bisa di salurkan untuk bekerja di home industry.

4. Saya akan membuat beberapa cabang yang akan di tempatkan di daerah perkotaan maupun pedesaan dan daerah yang kebanyakan masyarakatnya pengangguran, tidak mampu dan putus sekolah. Hal ini dilakukan agar masyarakat Indonesia diharapkan memiliki keterampilan sehingga mampu untuk mengurangi pengagguran dan menaikkan pendapatan perkapita setip daerah.



Berdasarkan strategi pemasaran yang ingin saya jalani seperti diatas, maka saya melakukan identifikasi terhadap segmen usaha kursus menjahit ini, yaitu:

1. Geografis

a. Nation, untuk saat ini kursus menjahit hanya didirikan di Indonesia, karena tujuan awalnya adalah membuat bangsa Indonesia menjadi kreatif dengan memiliki keterampilan menjahit dan mengurangi angka pengangguran yang tinggi di Indonesia. Tetapi tidak menutup kemungkinan kursus menjahit juga akan didirikan di Negara lain.

b. Region (wilayah), saya mendirikan kursus menjahit di tiga titik, maka tentu ada perbedaan diantara ke tiganya terlebih perbedaan pada harga. Hal ini dilakukan karena perbedaan lingkungan setip wilayah.

c. City

1) Saya akan mendirikan pusat kursus menjahit ini di kota, seperti yang telah saya ungkapkan mengenai kekhawatiran terhadap masyarakat kota yang lebih menyukai sesuatu yang serba instan dan kurangnya minat terhadap keterampilan jahit ini, maka saya akan merubah pandangan dan persepsi masyarakat kota bahwa keterampilan ini penting dimiliki dan banyak manfaatnya melalui seminar-seminar yang dilakukan di sekolah-skolah atau bahkan perusahaan-perusahaan.

2) Selanjutnya akan dibuka cabang di daerah pedesaan, di pedesaan tidak sulit untuk mencari konsumen karena mereka lebih paham mengenai keterampilan ini dan manfaatnya. Masyarakat desa lebih berfikir dan tertarik untuk membuka usaha sendiri ketimbang menjadi pegawai.

3) Titik ke tiga adalah mendirikan kursus menjahit di lingkungan yang kebanyakan masyarakatnya pengangguran dan banyaknya angka putus sekolah. Pendirian kursus ini lebih bertujuan agar masyarakat di sana memiliki keterampilan yang kemudian dapat menciptakan lapangan pekerjaan agar mengurangi angka pengangguran dan anak jalanan di daerahnya. Tentunya kursus ini hanya dipungut biaya sangat murah atau bahkan gratis.

2. Demografis

1. Usia, kursus menjahit ini di peruntukkan pada siapa saja tanpa terbatas usia. Karena menjahit butuh pemahaman dan pengertian mengenai menjahit itu sendiri dan hal-hal yang terkait dengan menjahit, maka otomatis umurlah yang berperan disini. Artinya, mereka yang mampu mengikuti kursus ini adalah pada umur mandiri, yaitu sekitar 12 tahun sampai umur yang tak dibatasi. Karena mandiri pun relative, maka sekiranya mereka yang berada di bawah 12 tahun dan merasa sudah mandiri akan diperkenankan mengikuti kursus ini.
2. Gender, tidak ada perbedaan gender dalam kursus menjahit. Artinya, kursus menjahit ini diperkenankan untuk pria dan wanita karena sesungguhny keterampilan itu tidak terbatas pada siapa yang memilikinya.

3. Psikografis

1. Sosial, kursus menjahit ini mungkin untuk semua lapisan social. Saya mematok harga yang terjangkau pada daerah tersebut. Kursus menjahit ini didirikan pada tiga titik, kota, desa, dan angka pengangguran tinggi, otomatis ada perbedaan harga pada tiga titik tersebut. Hal ini dilakukan karena adanya penyesuaian terhadap lingkungan dan perbedaan biaya. Sehingga semua lapisan social dapat mengikuti kursus menjahit ini.
2. Behavior, kursus ini menyediakan berbagai paket (seperti telah dijelaskan sebelumnya) yang bermacam-macam agar lebih menarik. Sehingga, orang yang sama sekali belum bisa menjahit dan yang sudah mahir menjahit pun dapat mengikuti kursus ini dengan memilih paket yang lain untuk menguprade kemampuannya.
3. Benefit, untuk membuka kursus menjahit ini yang diutamakan adalah kualitas pengajar dan kenyamanan layanan yang diberikan. Ketika orang tahu bahwa pengajar adalah orang yang berkualifikasi atau berkualitas, maka orang akan percaya untuk mengikutii kursus. Kursus menjahit ini juga diutamakan layananannya agar orang merasa nyaman dan menjadi senang untuk belajar, sehingga materi-materi yang diberikan akan mudah masuk dan dipahami oleh konsumen.
4. Menjahit adalah dasar dari fashion atau bahkan barang-barang lain yang berkaitan dengan bahan dan benang. Sehingga jika dilihat dari sering tidaknya digunakan, maka menjahit sangat dibutuhkan bagi semua produk.

Reportase 5 "Target Positioning"

Universitas Negeri Jakarta, 20 April 2011, dengan Amri Muhamad S, Pd. Pertemuan kala itu membahas mengenai Target Positioning.
# TARGET POSITIONING #
“Positioning adalah bagaimana kita meletakkan dan menentukan produk yang akan kita jual pada sasaran”, jelas Pak Amril.
Beliau juga menjelaskan bahwa target positioning sangat berkaitan dengan segmentasi pasar. Sebagai contoh, ketika memilih segmentasi atau target orang kaya, dengan target orang kaya maka akan dibuat mall, tetapi mall yang seperti apa dulu? Apakah mall yang memang rame untuk menggaet orang kaya atau malah mall tersebut akan menjedi sepi tanpa pengunjung.
Ada beberapa faktor yang perlu dipertimbangkan dalam positioning, beginilah kira-kira bagannya:




Penjelasan:
1. Competitive Advantage
Keadaan yang saling menguntungkan antara konsumen dengan pembuat bisnis. Kita ambil contoh adanya TK (Taman Kanak-kanak) di lingkungan perumahan, keadaan ini menunjukkan simbiosis mutualisme (keadaan saling menguntungkan) antara ke dua belah pihak. Biasanya lingkungan perumahan masih banyak usia anak-anak (5 tahun kebawah), pada usia itu anak-anak belajar dengan masih bergantung pada orang tua (misalnya, diantar jemput atau ditungguin), sehingga orang tua akan mencari TK yang terdekat. Oleh karena itu, pengadaan TK di linggkungan perumahan akan memberikan umpan balik yang positive.
a. Services, adanya pemanfaatan jasa yang masih berkaitan dengan penjualan produknya. Misalnya, toko yang menjual motor kemudian akan ada bengkel disebelahnya.
b. Produk
c. Personal
d. Image
2. Communicating Delivering
Ini berkaitan dengan bagaimana melakukan sebuah informasi hingga sampai pada proses penyampaian barang kepada konsumen. Apakah komunikasi yang dilakukan mampu mengartikan/menyampaikan apa yang diinginkan konsumen.

Peluang Bisnis Jasa (Revisi)

Nama : Khusnul Dewi Anggraini
Jurusan : MP NR 2009 / 1445096076
Jenis Usaha : KURSUS MENJAHIT

Mengapa saya ingin membuka usaha kursus menjahit, mulanya saya sangat ingin bisa menjahit dengan menggunakan mesin. Saya tertarik dengan keterampilan yang satu ini karena menurut saya ini adalah keterampilan yang multi fungsi. Ketika seseorang sudah mampu dan mahir dalam menjahit maka dia akan dapat melakukan keterampilannya itu untuk berbagai hal. Karena tidak sedikit dari hal-hal yang dekat dengan kita, seperti di rumah, kantor, sekolah, restoran, mall atau bahkan yang kita kenakan sekali pun berhubungan dengan sesuatu yang dijahit. Artinya, orang akan mampu sukses dengan kemampuannya hanya dalam menjahit dan tentu tidak terlepas dengan kreatifitas untuk mengambil suatu peluang dan kesempatan.
Nah, ketika itu pula saya memutuskan untuk mengikuti kursus menjahit. Ternyata untuk menemukan tempat kursus menjahit cukup sulit, terlebih dengan jam kursus pada malam hari (karna saya adalah seorang mahasiswi). Itu mengapa yang membuat saya berfikir bahwa peluang untuk membuka usaha kursus menjahit adalah peluang bisnis yang menjanjikan.
Jadi, bisnis saya ini bergerak di bidang jasa dengan memberi kursus menjahit pada konsumen. Karena bergerak di bidang jasa maka saya mengutamakan kepuasan konsumen, yaitu mampu dan memiliki keterampilan menjahit. Saya sangat sadar bahwa minat masyarakat khususnya di kota sangat minim sekali untuk menjahit, terlebih mengikuti kursus yang di dalamnya terdapat serangkaian aktifitas yang harus dijalani. Oleh karna itu, saya mempunyai strategi pemasaran agar bisnis yang saya jalani ini dapat berkembang dikalangan mana pun, diantaranya:
1. Kursus jahit yang saya buka ini bukanlah kursus jahit pada umumnya yang hanya menawarkan satu jasa saja , tapi berbagai macam jasa. Jadi saya menawarkan banyak peket yang didalamnya menawarkan serangkaian aktifitas yang berbeda-beda dan lebih spesfik antar paketnya, sebagai contoh:
a. Paket I : kursus menjahit dan membuat baju pria (pada paket ini tentunya diajarkan menjahit sampai konsumen mengetahui pola dan mampu membuat apa pun yang berhubungan dengan sesuatu yang dipakai oleh pria secara umum)
b. Paket II : kursus menjahit dan membuat baju wanita (kursus menjahit, belajar pola dan sampai mampu membuat pakaian wanita secara umum, seperti kemeja, rok, celana atau pun long dress)
c. Paket III : kursus membuat kebaya (paket ini lebih khusus dan harus mempunyai kemampuan menjahit terlebih dahulu, jadi konsumen lebih diarahkan bagaimana membuat kebaya dari awal hingga finishing dan dikenalkan serta di ajarkan untuk membuat model-model kebaya lainnya)
d. Paket IV : kursus untuk membuat sentuhan-sentuhan atau aksesoris pakaian (paket ini lebih diajarkan bagaimana membordir, membuat payet, kerah, kancing atau hiasan lainnya)
e. Dan paket lainnya
2. Jam buka kursus jahit ini dari jam 8 am sampai jam 9 pm dan dibuka setiap hari kecuali hari minggu dan hari libur. Strategi ini dilakukan agar konsumen yang berminat dan memiliki kesibukan lain tidak mudah bentrok dan dapat memilih waktu kursusnya.
3. Tempat kursus ini tidak hanya membuka layanan kursus saja, tapi juga membuka lapangan pekerjaan. Jadi, disamping membuka kursus menjahit, saya juga membuka home industry yang bergerak di bidang fashion, tentunya fashion ini sangat luas jadi tidak perlu khawatir bahwa home industry ini tidak berkembang. Sehingga, konsumen yang sudah menjalani kursus kemudian belum mendapat pekerjaan maka mereka bisa di salurkan untuk bekerja di home industry.
4. Saya akan membuat beberapa cabang yang akan di tempatkan di daerah perkotaan maupun pedesaan dan daerah yang kebanyakan masyarakatnya pengangguran, tidak mampu dan putus sekolah. Hal ini dilakukan agar masyarakat Indonesia diharapkan memiliki keterampilan sehingga mampu untuk mengurangi pengagguran dan menaikkan pendapatan perkapita setip daerah.

Berdasarkan strategi pemasaran yang ingin saya jalani seperti diatas, maka saya melakukan identifikasi terhadap segmen usaha kursus menjahit ini, yaitu:
1. Geografis
a. Saya akan mendirikan pusat kursus menjahit ini di kota, seperti yang telah saya ungkapkan mengenai kekhawatiran terhadap masyarakat kota yang lebih menyukai sesuatu yang serba instan dan kurangnya minat terhadap keterampilan jahit ini, maka saya akan merubah pandangan dan persepsi masyarakat kota bahwa keterampilan ini penting dimiliki dan banyak manfaatnya melalui seminar-seminar yang dilakukan di sekolah-skolah atau bahkan perusahaan-perusahaan.
b. Selanjutnya akan dibuka cabang di daerah pedesaan, di pedesaan tidak sulit untuk mencari konsumen karena mereka lebih paham mengenai keterampilan ini dan manfaatnya. Masyarakat desa lebih berfikir dan tertarik untuk membuka usaha sendiri ketimbang menjadi pegawai.
c. Titik ke tiga adalah mendirikan kursus menjahit di lingkungan yang kebanyakan masyarakatnya pengangguran dan banyaknya angka putus sekolah. Pendirian kursus ini lebih bertujuan agar masyarakat di sana memiliki keterampilan yang kemudian dapat menciptakan lapangan pekerjaan agar mengurangi angka pengangguran dan anak jalanan di daerahnya. Tentunya kursus ini hanya dipungut biaya sangat murah atau bahkan gratis.
2. Demografis
a. Sasaran usaha ini adalah untuk semua umur dan tidak ada batas usia.
b. Usaha ini juga diperkenankan bagi wanita maupun pria.
3. Psikografis
a. Usaha ini sengaja dibuka untuk semua kalangan dan golongan.

Repotase 4 "Menganaliss Segmentsi dan Targetting Pasar Jasa Pendidikan"

Menganalisis Segmentasi dan Targetting pasar jasa pendidikan

Pada prinsipnya pasar adalah tempat bertemunya pembeli potensial dengan penyedia layanan dan produk jasa. Di dalam pasar asa beberapa jenis marketing, diantaranya:
1. Mass marketing:
a. Perbandingan penjual dan pembeli sama-sama banyak
Cth: Pekan Raya Jakarta atau biasa disebut PRJ adalah salah satu pasar yang perbandingan penjual dan pembelinya sama, yaitu dalam jumlah yang banyak.
b. Produk yang dihasilkan sangat banyak
Cth: perusahaan coca cola memproduksi coca cola dalam jumlah yang sangat banyak kemudian di sebar di berbagai tempat, sehingga konsumen tidak susah untuk menemukan dan membeli minuman ini.
c. Harga yang tidak mahal agar mudah dijangkau
2. Eksklusif marketing,
Dalam jenis ini sering disebut kebalikkan dari definisi Mass Marketing tadi. Karena mereka memproduksi atau menjualnya sedikit
3. Variety poduck marketing:
a. Penambahan sesuatu di produk
b. Gaya/ style (model suatu barang)
c. Ukuran
d. Kualitas
e. Other variety
“Segmentasi marketing adalah memecah pasar, membagi dalam kelompok-kelompok kemudian dibuat perbedaan yang dapat dilihat dari karakteristik, perilaku, dan kebutuhannya.” Ujar Pak Amril, salah satu dosen Manajemen Pendidikan di UNJ.
1. Identifikasi Dasar Segmentasi
a. Geografis, membagi pasar ke beberapa geografis.
1) Nation (antar Negara), penjualan produk berada di luar atau dalam negeri
2) State (aturan-aturan), dalam penjualan produk disesuaikan dengan aturan-aturan yang berlaku di tempatnya
3) Region (wilayah), penjualan produk tergantung di wilayah mana berada, perbedaan wilayah dapat membedakan harga
4) City (kota), strategi penjualan dapat di bedakan antara kota dengan desa.
b. Demografis
1) Usia, penjualan suatu produk disesuaikan sengan umur
2) Gender, dari segi ini ita dapat mengklasigikasikan apakah prosuk yang sitawarkan untuk pria atau wanita
3) Family size, faktor ini melihat dari banyak sedikitnya jumlah anggota dalam suatu keluarga. Misalnya dalam membeli mobil keluarga yang beranggotakan banyak maka akan lebih memilih mobil berukuran besar dengan kapasitas yang bisa memuat banyak orang.
4) Target positioning
5) Income, seperti adanya kartu kredit, maka akan tersirat bahwa yang menggunakan kartu kredit hanyalah orang yang mampu membayar tagihannya.
6) Occupation, factor yang menentukan level pekerjaan, seperti ketika ada konser maka disediakan bengku untuk kelas biasa, sadang dan vip
7) Cells,
8) Pendidikan, dapat disesuaikan dengan tingkat kelulusannya dan berhubungan juga denga jenis pekerjaannya.
9) Religion, adanya faktor yang mengidentifikasdi dengan keyakinan seseorang terhadap agama yang dianutnya, contohnya halal atau tidaknya makanan. Karena umat muslim diharamkan untuk memakan makanan yang diharamkan.
10) Ras, ini diidentifikasi berdasarkan ras, misalnya ada pembedaan kulit hitam dan putih, maka penjualan warna pakaian di Bandung dan Papua tentu akan berbeda.
c. Psikografis
1) Social
2) Lifestyle
3) Personality
4) Behavior
5) Benefit
6) Sering tidaknya digunakan
7) Loyalitas
8) Kesiapan konsumen
9) Sikap terhadap produk
10) Positive/ negative
11) Programmers buyer
12) Buyer hunter
13) Pembeli yang tidak suka berlama-lama

Curhatan Bisnis Saya :)

NAMA : Khusnul Dewi Anggraini
NO REG : 1445096076 / MP NR 2009
JENIS USAHA : Home Industry Bed Cover

Beberapa tahun yang lalu, ketika saya berada di bangku SMA, saya sering mendisain kostum dancer untuk mereka tampil, hingga akhirnya saya sangat amat ingin memiliki sebuah mesin jahit. Tepatnya setahun yang lalu akhirnya mesin jahit itu benar-benar ada di rumah saya dengan harga yang lumayan murah, kurang lebih 1,3 juta rupiah (dibelikan oleh orang tua). Dan usaha akan saya mulai dari sini.
Saya termasuk orang yang cukup memilki kreatifitas dan sangat tertarik untuk mempunyai suatu usaha atau bisnis. Menurut saya kemungkinan tujuan bisnis itu hanya ada 2, sukses atau gagal. Dan yang menentukan itu adalah bagaimana kita menyikapi bisnis yang kita pilih, dan mudah-mudahan saya tergolong orang yang sukses. Karena saya adalah seorang mahasiswi di manajemen pendidikan, maka insya Allah saya akan mengabdi di dunia pendidikan. Jadi saya terus memutar otak, kira-kira peluang bisnis apa yang dapat saya jalankan dengan tidak meninggalkan pengabdian saya di dunia pendidikan terkait dengan mesin jahit.
Akhirnya saya memilih untuk membuat home industry Bed Cover. Untuk memilih bisnis ini saya tidak perlu memiliki kualifikasi pendidikan tertentu, cukup memiliki keahlian menjahit, kreatifitas untuk membuat desain, dan kemauan yang keras. Saya juga dapat merekrut pekerja untuk membantu usaha saya.
Home industry bedcover ini terbilang usaha yang simpel, namun tidak akan mati termakan jaman, usia dan akan selalu eksis di hati pembelinya. Mengapa? Karena bed cover selalu dibutuhkan masyarakat setiap saat, kapanpun dan di manapun sebagai pemanis dan memberikan kesan nyaman saat tidur maupun istirahat.
Kelebihan dari home industry adalah menghasilkan barang-barang yang memilki kualitas tinggi dengan kecacatan < 1% karena kontak langsung dengan SDM atau pekerja dan melalui pengecekkan yang akurat. Selain itu home industry tidak terlalu formal dengan keterikatan waktu, tetapi lebih ke pencapaian target. Sedangkan bed cover adalah produk yang mudah untuk dikerjakan tetapi memiliki keuntungqn yqng menggiurkan. Terlebih bahan-bahannya tidak rumit dan mudah didapat juga. Itulah mengapa saya memilih home industry bed cover.
Saya yakin bahwa bed cover yang saya hasilkan mampu menarik hati konsumen dan mampu bersaing di pasaran bersama brand-brand lainnya. Karena bed cover yang dihasilkan sangat unik dengan desain menarik dan kombinasi warna yang menakjubkan serta packaging yang menawan hati. Terlebih saya akan menawarkan produk ini dengan harga yang relative murah, beda dengan harga lainnya.
Untuk pemilihan lokasi home industry berada di daerah rumah saya sediri, Citra Raya. Karna saya melihat di kawasan rumah saya belum ada toko yang menyediakan toko khusus bed cover dengan model yang banyak dan lengkap. Saya akan menyewa ruko tingkat, dilantai atas adalah pengerjaan home industry bed cover, sedangkan lantai bawah adalah toko untuk memamerkan produk-produuk saya. Kemudian toko akan saya desain semenarik mungkin dengan warna yang cerah dan wall painting yang menarik, agar beda dengan toko lainnya. Untuk menarik pembeli datang ke toko saya, saya juga akan mebuat spanduk besar dan di dalamnya tertera kisaran harga. Mengapa demikian? Karena biasanya pembeli takut datang ke sebuah toko karena harganya, oleh karena itu saya memasang strategi ini. Strategi pemasaran juga tidak hanya dilakukan dengan menjual langsung produk di toko, tetapi juga melalui online shop. Karena target bisnis saya adalah masyarakat Indonesia. Jadi mereka yang berada di luar Tangerang pun bisa ikut menikmati keindahan dan kenyamanan bed cover yang saya tawarkan. Saya juga akan membuat katalog produk untuk disebar diberbagai rumah atau daerah dengan mencantumkan alamat email, nomer telepon, alamat toko dan alamat facebook. Saya akan aktif untuk mengikuti pameran-pameran dan akan menjadi sponsor. Saya akan bekerja keras dan melakukan strategi pemasaran yang jitu agar bed cover ini menjadi no 1 di pasaran.
Berikut adalah perhitungan sederhananya:
1. Membeli bahan kain katun lokal sekitar Rp 18rb s/d 22rb per-m2 dan import sekitar Rp 24rb s/d 85rb per-m2
2. Beli bahan untuk isi selimut/bad cover, dacron sekitar Rp 16rb s/d 25rb per-m2, silicon sekitar Rp 27rb s/d 32rb per-m2
3. Membeli benang (satu gulung besar) sekitar Rp 6rb per-gulung
4. Membeli kreket (1 gulung) sekitar Rp 34rb
5. Bordir dan obras (gunakan pihak ketiga/perusahaan lain) @3,500 per-potong
Adapun penjualan bed cover/seprai mulai dari Rp 100rb s/d 150rb. Dengan harga ini saya sudah mendapatkan keuntungan yang lumayan. Sungguh bisnis yang menggiurkan bukan?